Tiga bulan sudah kita hidup dalam masa karantina dengan berbagai perubahan dinamis dari segi kebiasaan serta kebijakan yang mengiringi di dalamnya. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi tajuk yang meramaikan linimasa kita dalam beberapa waktu ke belakang ini. Membatasi pergerakan manusia, menjaga jarak serta mengantisipasi sebaran virus covid-19 untuk terus meluas.
Selama masa PSBB tersebut Pemerintah baik itu Pusat maupun Daerah sama-sama disibukkan untuk menggodok agenda penanganan pandemi yang tengah melanda negeri ini. Simalakama antara kesehatan dan ekonomi pun tidak terelakkan lagi. Ekonomi baik dari skala mikro hingga agregat pun terkena dampak. Kesehatan pun jelas sama, jumlah kasus positif kian meningkat setiap harinya, rumah sakit mulai kebanjiran pasien, tak dipungkuri ada satu-dua kasus yang membuktikan adanya penolakkan pasien rujukan covid-19 di RS dikarenakan penuhnya okupansi ruang perawatan, solusi isolasi mandiri pun mau tidak mau menjadi solusi. Di tengah kegelisahan tersebut, dicetuskanlah kampanye agenda kegiatan baru dengan tajuk "New Normal" atau "Kewajaran Baru", salah satu inti dari fase ini adalah guna mendukung ekonomi yang sedang tertidur namun tetap memperhatikan aspek kesehatan dengan dilakukannya langkah mitigasi berupa penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Awal Juni dipilih sebagai awal penerapan fase Kewajaran Baru tersebut. Di tengah trend penambahan kasus positif yang kian memuncak, Pemerintah sepertinya telah mantap untuk tetap memulai penerapan fase tersebut pada awal Juni ini. Dipilihlah bebereapa provinsi yang dianggap memiliki dampak ekonomi besar namun ada pada zona sebaran covid-19 dengan risiko rendah. Jawa Barat adalah salah satunya. Ditengah kontroversi yang muncul, semoga apa yang telah dirumuskan ini berdampak signifikan dan nyata pada tumbuhnya kembali ekonomi baik dari skala mikro hingga agregat, serta yang tak kalah penting jangan sampai fase ini membawa kita melangkah kembali ke belakang terutama terkait sebaran covid-19 yang tak terkontrol itu sendiri. Doa dan usaha berjalan seiringan. Yang terbaik untuk kita semua. Aamiin.
---
Membuka postingan kali ini dengan beberapa paragraf artikel terkait pandangan pribadi atas kondisi yang tengah terjadi saat ini. Dalam awal fase Kewajaran Baru ini saya pun sempatkan berkeliling wilayah Bandung beberapa hari yang lalu. Setelah hampir 3 bulan pula vakum memotret, ini merupakan kali pertama pula saya keluar rumah di masa pandemi ini. Saat itu adalah hari pertama ditetapkannya PSBB Proporsional atau gubernur kami menyebutnya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Beberapa pusat perbelanjaan belum beroperasi saat saya melakukan pemotretan ini. Dijadwalkan untuk Kota Bandung pusat perbelanjaan sepeti mall akan kembali beroperasi (dengan menerapkan protokol kesehatan ketat) pada tanggal 15 Juni 2020. Kodak Pro Image 100 menjadi pilihan film saya kali ini dengan ditemani Canon Model 7 serta lensa Industar 55mm sebagai perlengkapan memotret. Film ini baru saya proses 2 hari yang lalu di Seni Abadi Photostudio sehingga hari ini baru sempat saya naikkan ke blog untuk diposting dalam bentuk artikel. Berikut merupakan 10 hasil pilihan tangkapan saya dalam edişi "Fotografi Jalanan dan Kewajaran Baru" ini.
Terima kasih,
Dzaka Zulafa
2020
dua foto yang paling bawah bagus banget
ReplyDeleteTerima kasih, kebetulan pas banget saat golden hour pencahayaannya :)
ReplyDelete