Selama bermain analog hampir tidak pernah saya mencicip film custom hasil eksperimen banyak lab lokal di Indonesia. Tak terkecuali film bulk Kodak Vision 3 yang memang akhir-akhir ini marak menjadi solusi di tengah harga film lain yang semakin melambung tinggi. Waktu itu kebetulan berbarengan dengan rilisnya film fenomenal dari Hipercat Lab, Viola 50 saya memutuskan untuk sekalian meminang Cinexpro 200 yang kalau saya tidak salah basenya adalah film bulk Kodak Vision 3.
Keunikan film cinema (Kodak Vision 3) ini adalah saat pemrosesan kita bisa memilih untuk memrosesnya sebagai color dengan menggunakan cairan ECN-2 atau bisa melakukan cross process untuk menjadi film black and white. Karena sedang senang memotret film hitam putih maka saya memutuskan untuk memroses film ini menjadi b&w saja. Tapi tenang saya kemarin membeli dua buah film Cinexpro 200 ini sehingga rencananya satu film yang tersisa akan diproses color ECN-2.
Hunting masih di rute favorit sekitar Alun-Alun Kota Bandung, disini jadi favorit saya karena gampang cari parkir untuk kendaraan dan juga dilanjutkan di sekitaran Jalan Riau. Kamera yang saya pakai saat itu juga masih kamera favorit yakni Canon 7 dengan lensa LTM satu-satunya yang dipunya yakni Industar 61 focal lenght 55mm. Maksud hati sangat ingin meminang lensa baru tapi disaat uang sudah terkumpul ada saja keperluan atau godaan lain yang datang haha. Ditunggu saja kalau momennya pas rencana ingin meminang Canon LTM 50mm f1.8, karena sejauh benchmark harga yang dilakukan sepertinya varian ini yang affordable dengan kualitas di kelasnya.
Oh iya kembali ke topik hunting, karena ini film cinema dan karakter dari film cinema itu adalah dimana dalam klisenya memiliki lapisan remjet, maka untuk mendevelop film ini tidak dapat dilakukan di sembarang tempat, terutama di tempat develop film komersil langganan seperti Seni Abadi. Maka yang termudah adalah mendevelop film cinema kalian di tempat dimana kalian membelinya, nah disini yang mendevelopnya tentu saja di Hipercat Lab, lab film idola anak muda masa kini. Di Hipercat Lab ini kalian juga bisa mendevelop berbagai jenis film dan tentunya hasilnya sangat ciamik, film dilakukan develop dengan manual sehingga detail dan output develop yang dihasilkan jauh lebih terkontrol dibanding dengan menggunakan mesin otomatis. Kita pun bisa melakukan request untuk pull and push pada jenis film b&w yang ingin didevelop. Jadi, langsung saja ke hasil hunting kali ini ya. Sejauh Mata Memandang publikasi kedua!
Oh iya kembali ke topik hunting, karena ini film cinema dan karakter dari film cinema itu adalah dimana dalam klisenya memiliki lapisan remjet, maka untuk mendevelop film ini tidak dapat dilakukan di sembarang tempat, terutama di tempat develop film komersil langganan seperti Seni Abadi. Maka yang termudah adalah mendevelop film cinema kalian di tempat dimana kalian membelinya, nah disini yang mendevelopnya tentu saja di Hipercat Lab, lab film idola anak muda masa kini. Di Hipercat Lab ini kalian juga bisa mendevelop berbagai jenis film dan tentunya hasilnya sangat ciamik, film dilakukan develop dengan manual sehingga detail dan output develop yang dihasilkan jauh lebih terkontrol dibanding dengan menggunakan mesin otomatis. Kita pun bisa melakukan request untuk pull and push pada jenis film b&w yang ingin didevelop. Jadi, langsung saja ke hasil hunting kali ini ya. Sejauh Mata Memandang publikasi kedua!
Dzaka Zualfa
2020










0 comments:
Post a Comment